Skip to main content

Posts

Hidup seperti RUMPUT

Banyak orang ingin memiliki umur yang panjang, bahkan Chairil Anwar dalam puisinya yang berjudul "Aku", mengatakan ingin hidup seribu tahun lagi. Siapa yang tidak mau berumur panjang kalau diberi kesehatan, kekayaan dan kehormatan? Sebenarnya yang penting adalah, bukan seberapa lama kita hidup di dunia, tetapi bagaimana nilai kehidupan kita di dunia Sadarkah kita, pada waktu kita berulang tahun, memang umur kita bertambah satu tahun, namun sebenarnya pada saat yg bersamaan, jatah hidup kita semakin berkurang. Kehidupan manusia seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang layu dan lisut. Dalam mengisi hari-hari, kita sering terjebak dalam rutinitas, kesibukan, sampai kita sendiri tidak mempunyai momentum penting dalam waktu itu sendiri untuk menjadi bijaksana memahami apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang percaya. Sisi tambah dan kurang dalam dimensi waktu sangat penting dalam hidup ini, oleh karena itu kita ja…
Recent posts

:: 27 Cara SEDEKAH KREATIF ::

1. Siapkan nasi bungkus dari rumah. Berikan ke orang yang kira-kira membutuhkan seperti pedagang kecil, pengemis, orang gila, pengamen, anak terlantar dll. Enggak usah banyak-banyak misal 1 bungkus setiap harinya.
2. Laundry/cucikan Mukena secara berkala musholla yang ada di sekitar lingkungan kita.

3. Berkala beli Mukena baru, misal 3 bln sekali. Malu dong sama Allah pake itu-itu melulu, yang lama disedekahkan.

4. Bawa Mukena ketika akan berpergian. Tinggalkan di masjid/ musholla yang kita singgahi.

5. Beli kamper/pengharum baju. Taruh di kumpulan mukena di masjid/musholla yang kita singgahi

6. Bungkus perlengkapan shalat (Mukena, sarung, sajadah, kopiah, Al Qur'an jadikan parcel ketika lebaran. Berikan ke satpam komplek atau tukang kebersihan komplek atau office boy di kantor. InsyaAllah pahalanya mengalir.

7. Beli beberapa pasang sandal cepit, taruh di kantor, musholla atau masjid untuk digunakan ketika berwudhu.

8. Beli perlengkapan untuk membersihkan toilet, juga pengharum ru…

Bersedekah bukan harus Banyak Uang Dulu, Inspirasi Hidup

Suatu malam setelah maghrib, seseorang mengendarai mobil ke rumah. Tiba2 rasa migren nyeri menyerang kepala hingga menepikan mobilnya…
Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, dia berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling....
Tiba2 kaca mobilnya diketuk seorang anak laki2 kira-kira umur 12 tahun.
“Bu… Ibu mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya...

“Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabnya.

“Kalau gitu apa Ibu punya uang 2000 ?” tanya anak itu.

Karena dia sedang tidak mau diganggu, maka buru2 serahkan uang itu. ke anak ini mungkin cuma mau minta2. diamati anak itu...dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik.
Ketika dia melewati samping mobilnya, di buka kaca dan memanggilnya.

“Eh… dik sini…itu siapa?” .

“Gak tau bu… bapak2 tua…, saya juga baru saja ketemu...” jawabnya...

“Loh, tadi kamu minta uang ke saya beli gorengan, kenapa diberika…

Starbucks Glamor Atau Tidak !?

Dipopulerkan melalui instagram (saya pikir) adalah foto orang yang tak terhitung jumlahnya memposting cangkir starbucks mereka dengan lipstik berciuman di atasnya. Kapan ini menjadi sangat glamor? Dan pertanyaan yang lebih baik, "mengapa"?

Mari kita REEAAALL jujur ​​sejenak. Starbucks memiliki kopi di bawah standar. Saya pikir kebanyakan orang akan setuju dengan ini. Saya sering memilih kedai kopi lokal daripada Starbucks, tetapi juga menyelinap ke Bucks untuk kenyamanan mereka dan fakta sederhana bahwa mereka ada di setiap sudut. Tapi kedai kopi lokal selalu terbukti memiliki kopi yang lebih baik, lebih banyak pilihan, ramuan lezat, suasana groover, makanan yang lebih baik ... well, daftar ini benar-benar berlanjut. Tapi mengapa Anda tidak melihat orang-orang memposting bibir glamor mereka ke cangkir kopi yang tidak jelas di instagram? Mungkin karena itu bukan rantai yang dikenal. Saya kira itu jauh lebih glamor untuk mengatakan melihat saya baru saja mendapatkan macchiato …

Bye INSTAGRAM, Bye FACEBOOK

Hari ini saya menyatakan, Tidak ada lagi Instagram atau Facebook di ponsel saya! Jujur Anda semua tahu penjelasan permukaan "mengapa?" Anda telah melihat video orang-orang kehilangan semua harta kehidupan karena mereka terlalu terpikat oleh perangkat mereka untuk terpikat oleh kehidupan nyata. Tapi bolehkah saya tunjukkan betapa ironisnya bahwa video "media sosial itu buruk" beredar di jaringan media sosial yang sangat menjengkelkan masalahnya. Saya setuju dengan penjelasan tingkat permukaan ini mengapa jaringan ini mengganggu kita, tetapi bukan MENGAPA dalam keputusan saya untuk menghapusnya. Inilah yang akhirnya membawa saya pada keputusan saya. Waktu: Waktu saya sangat berharga (karena saya anggap milik Anda juga) dan saya telah membiarkan media sosial benar-benar MENCURI banyak hal yang menyebalkan! Aku tinggal di rumah ibu, begitu sering sepertinya saya memiliki banyak waktu ekstra untuk buang di media sosial. Tetapi dalam refleksi saya tahu ada banyak cara u…

INGIN TAHU ISI LAUTAN, MASUKLAH KE DALAMNYA. INGIN TAHU ISI BATHIN, MASUKLAH KE DALAMNYA

(Jangan hanya dengar cerita orang)

"Pak Tua, apa sebenarnya yang membuat bapak begitu semangat dan terkesan santai (tidak ngoyo) menjalani hidup ini, ” aku berseloroh

"Mas, urip kuwi nggur sawang sinawang,", sergah Pak Tua (hidup itu hanya lihat melihat).

Donyo brono dudu ukuran seng biso ndadekno menungso urip bungah utowo seneng, bgt pak Tua menambahkan.
(Dunia bukan ukuran yang bisa membuat manusia hidup senang),

Urip kuwi biso digawe gampang ugo biso digawe susah (Hidup itu bisa dibuat mudah atau susah).

Intine, gampange wong urip kuwi, uripe wong gampang (Intinya, gampangnya orang hidup itu, hidupnya orang gampang).

Angele wong urip kuwi uripe wong angel
(susahnya orang hidup itu hidupnya orang susah)._l

Intine susah lan seneng kuwi ono njerone awake dhewe, dudu onok njabane awak dadine nek jarene piwulang agomo, surgo lan neroko iku yo neng njerone awake dhewe seng wes diraksakno saiki dudu mengko lek wes tumekaning pati (Intinya, susah dan senang itu ada di dalam…

MENGOPTIMALKAN HIDUP

Berdiri di atas kedua kaki, masih bilang, “Capekkk !!!”

Berjalan di atas kedua kaki, masih bilang, “Jalannya jauh amat yah !!!”

Bekerja dengan dua tangan, masih ngeluh, “Pegal, banyak kerjaan, gak kepegang, dll.”

Memeluk dengan dua tangan, tapi bingung siapa yang mau dipeluk?

Orang tua sudah setua ini pun belum pernah kita peluk.

Kadang kita yang memiliki sepasang kaki, tak pernah merasa puas dengan kaki yang kita miliki.

Memiliki sepasang tangan, masih belum bisa mengoptimalkan kinerja dan fungsi dari tangan kita.

Melihat mereka yang cacat, tidak memiliki kaki atau hanya berdiri di satu kaki, tapi memiliki semangat yang kuat, bahkan ada dari mereka yang telah dapat berkeliling dunia.

Melihat mereka yang tidak memiliki tangan, tapi dapat menggunakan organ lainnya sebagai tangannya, dan memiliki semangat untuk memeluk hangat setiap orang yang ditemuinya.

Masih banyak di antara kita yang tak pernah puas dengan kaki dan tangan yang kita miliki, dalam bekerja pun banyak berkeluh kesah.

Ha…